Perayaan Upacara Adat Suku Sasak Yang Menjadi Daya Tarik Wisatawan

Perayaan Upacara Adat Suku Sasak Yang Menjadi Daya Tarik Wisatawan

Suku sasak adalah penduduk asli Pulau Lombok yang menyimpan banyak adat dan tradisi yang masih luhur. Banyak upacara adat atau perayaan yang bisa Anda saksikan bila Anda bekunjung bertepatan dengan hari tradisi tersebut dilaksanakan. Tak jarang turis baik nusantara maupun mancanegara sengaja hadir untuk melihat prosesi upacara adat tersebut. Jadilah salah satu dari mereka.

Seperti suku adat lainnya yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, Suku di lombok ini juga memiliki keunikannya sendiri dalam menjalankan prosesi kebudayaan yang menjadi ciri khas suku mereka. Inilah yang menjadi daya tarik para wisatawan untuk datang dan melihat langsung prosesi upacara adat atau tradisi yang mereka adakan.

Upacara Adat Penduduk Suku Sasak yang Sarat akan Makna

Akan sangat beruntung jika Anda berkunjung ke Lombok saat adanya perayaan upacara adat Suku asli pulau Lombok. Terdapat beberapa upacara adat yang biasa dilakukan oleh penduduk asli Lombok ini guna melestarikan kebudayaan sekaligus menarik wisatawan. Upacara adat yang dilaksanakan biasanya dilakukan di tempat-tempat terbuka yang dapat disaksikan oleh orang banyak. Berikut adalah beberapa perayaan atau upacara adat yang biasa dilakukan oleh penduduk suku sasak dan menarik banyak wisatawan. Tradisi pertama yang sangat terkenal di kalangan turis local dan mancanegara adalah Bau Nyale. Nyale adalah binatang laut mirip seperti cacing yang berwarna warni. Tradisi ini biasa dilakukan oleh penduduk Suku asli pulau lombok ini pada hari ke 19 dan 20 bulan 10 dan 11 dalam penanggalan suku Asli sasak Lombok, atau sekitar bulan Februari dan Maret. Mereka percaya bahwa dengan penangkap nyale, maka perkebunan mereka dan kehidupan mereka akan subur dan sejahtera.

Selanjutnya, pada hari Rabu terakhir di bulan Safar, Suku asli pulau Lombok ini juga biasa mengadakan Upacara Adat bernama “Rebo Bontong” atau Rabu Buntung. Penduduk setempat akan mengarak berbagai makanan untuk dijadikan sesajen. Tokoh adatlah yang berwenang untuk menghanyutkan kepala kerbau dan sesajen ke lautan. Upacara adat ini diyakini penduduk dapat menghilangkan mereka dari kemalangan. Anda bisa melihat upacara adat ini di Pantai Ketapang Pringgabaya. Kemudian, datanglah ke Dusun Batu Pandang, Kecamatan Swela, pada tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Hijriah. Di sana Anda akan menemukan penduduk Suku asli Lombok mengadakan upacara adat ‘Bebubus Batu’ dan ‘Sabuk Belo’. Pada upacara ini, penduduk setempat akan mengenakan pakaian adat dan membawa segala hasil bumi sebagai sesajen. Upacara ini dipercaya dapat mendatangkan berkah kepada siapa saja yang mengikuti upacara tersebut.

Kesenian Tradisional Suku Sasak yang sangat Mengagumkan

Untuk kesenian Tradisional, Suku asli pulau Lombok yang memiliki beberapa Tarian dan Kesenian bela diri yang mengagumkan. Terdapat filosofi dan makna di setiap gerakan dan lantunan musik yang dimainkan. Seperti pada Tari Tandang Mendet yang merupakan tarian perang Suku asli di Wisata Lombok, Anda akan menemukan filosifi dari gerakan tariannya. Belasan orang laki-laki dengan perlengkapan perang akan menari diiringi gendang beleq yang dinyanyikan syair-syair yang menceritakan keperkasaan prajurit saat berperang. Anda bisa menemukan tarian ini di Daerah Sembalun.

tradisi presean Lombok
tradisi presean Lombok

Kemudian, seni bela diri Presean yang terkenal sebagai tontonan wajib para wisatawan. Kesenian ini awalnya merupakan latihan perang untuk prajurit pada masa kerajaan. Namun, saat dini digunakan sebagai ajang adu ketangkasan antar warga Suku Sasak. Peralatan dan aksi yang ditampilkan memang benar beratrung, namun itu semua tak menimbulkan keributan yang berakhir buruk. Para pemain akan saling berpelukan setelah pertarungan selesai.

gendang beleq suku sasak
gendang beleq suku sasak

Perlu Anda ketahui bahwa setiap tradisi maupun upacara adat yang dilaksankan diiring oleh gendang bernama ‘gendang beleq’. Lalu ada beberapan alat musik lain yang menemani seperti reog dan perembak kodeq, petuk, gong besar dan gong penyentak. Masyarakat Suku asli Lombok ini sangat handal dalam memainkan irama gendang beleq ini. Itulah beberapa upacara adat dan kesenian tradisional yang mempunyai daya tarik kuat untuk menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Kearifan lokal yang dimiliki Suku Sasak masih dijaga hingga kini demi kelestarian alam dan terjalinnya hubungan baik antar warga satu suku. Sehingga sangat patut kita hargai dan lestarikan warisan budaya yang mereka miliki dan mereka jaga.