Sebagai sebuah tempat wisata, Taman Suranadi Lombok merupakan kawasan yang memiliki panorama alam indah dan sejuk. Sehingga berkunjung di siang hari pun tidak akan membuat lelah atau bosan. Tidak hanya keindahan dari alamnya saja, tapi terdapat sebuah pura yang ada di lokasi ini sehingga bisa memberikan sensasi yang lebih religius dan sakral, bahkan cocok pula untuk para wisatawan yang ingin mencari ketenangan. Bagi anda yang ingin tahu lebih jauh sejarahnya juga bisa mengetahuinya dengan berkunjung langsung ke pura ini.
Suasana Panorama Taman Suranadi Indah dan Sejuk

Taman Suranadi ini memiliki pemandangan alam yang indah karena ditumbuhi beberapa pohon, sehingga menjadikan udara disini sangat sejuk dan segar. Taman ini pun merupakan sebuah hutan yang sangat dijaga dan dilindungi sehingga seluruh tanaman di dalamnya masih sangat terawat. Ada banyak pohon besar dan lebat yang bisa dilihat pengunjung, dan bahkan terdapat pula beberapa pohon langka yang belum pernah anda temui sebelumnya.

Tidak hanya itu, mata anda akan ditakjubkan dengan beberapa hewan yang dilepas liar seperti monyet atau kera. Adapun kijang dan aneka jenis burung. Para kera atau monyet tersebut sangat ramah pada pengunjung sehingga tidak akan berbahaya.

Pura Bersejarah yang Ada di Kawasan Indah dan Sejuk

Taman Suranadi

Taman Suranadi

Lombok memang tidak ada habisnya membahas lokasi wisata dan lokasi sejarah. Ada banyak pura di Lombok yang bisa dipilih seperti Pura Suranadi yang ada di kawasan Taman Suranadi. Pura ini telah dibangun pada abad ke-18 dengan ciri khas yang berbeda dengan pura lainnya. pura ini memiliki kawasan yang dilengkapi dengan adanya lima jenis pancurann suci yang airnya mengalir langsung dari Gunung Rinjani. Pancuran tersebut pun diberi nama Pura Panca Tirta.

Pancuran tersebut memang dipercaya masyarakat Hindu bisa mengobati berbagai jenis penyakit dan memberikan kehidupan baru yang lebih baik, sehingga banyak masyarakat Hindu yang mensucikan diri di pancuran tersebut usai berdoa di pura.

Dikatakan menurut sejarahnya, bahwa pancuran tersebut memang ada hubungannya dengan seorang bernama Dang Hyang Nirlata, yang merupakan penyebar agama Hindu dari India. Dang Hyang Nirlata menyebarkan agama Hindu mulanya dari daerah Jawa, kemudian ke Bali dan ke Lombok yaitu hanya dengan berjalan kaki. Karena itupun Dang Hyang selalu membawa tongkat dalam perjalanannya. Maka kemudian suatu waktu ia beristirahat di wilayah Suranadi dan menancapkan tongkatnya ke dalam tanah sehingga memancarlah air yang sangat jernih. Maka air ini pun menjadi salah satu dari lima jenis pancuran suci tersebut.

Suasana Religius dan Sakral saat Berada di Pura Taman Suranadi

Bagi para pengunjung yang mendatangi Taman Suranadi ini akan merasakan kesejukan dan ketenangan. Bahkan rasa religius pun bisa dirasakan dengan kental. Karena ketika pengunjung ingin melihat atau masuk ke wilayah pura maka harus menggunakan sebuah selendang yang diikatkan ke pinggang sebagai penghormatan khusus untuk pura. Selain itu, bagi wanita yang sedang berhalangan atau datang bulan maka dilarang memasuki pura ini karena dianggap tidak suci sementara pura tersebut selalu dijaga kesuciannya.

Anda akan merasakan suasana lebih sakral karena di pura ini pun masih diadakan sebuah upacara. Adapun upacara yang diadakan pada bulan purnama disebut sebagai upacara Sasih Kapat, yang memang ditujukan untuk mengenang jasa Dang Hyang Nirlata. Upacara ini akan diselenggarakan sekitar bulan Oktober dan November.
Suasana bisa dirasakan setelah memasuki bagian dalam pura. Terdapat tiga area di pura ini yaitu Area Utama Mandala yang dijadikan sebagai tempat paling suci, sehingga pengunjung dilarang memasukinya karena disini dijadikan tempat berdoa khusus bagi para umat Hindu. Anda bisa berkunjung ke area lain seperti Madya Mandala dan Nista Mandala yang memang dijadikan tempat melakukan aktifitas lain dan pengunjung boleh masuk dan melihat ke dalamnya.

Pengunjung juga bisa merasakan sensasi air dingin dan sejuk dari kolam Taman Pemandian Suranadi. Pemandian ini ada di bagian selatan Pura yang berasal dari air mata air. Bahkan terdapat pula Pancuran Sembilan yang mengalir dari sungai kecil di bagian barat taman, dan bisa anda nikmati airnya yang sangat segar dan dingin.

Save