Keunikan dan Kebudayaan Suku Sasak Di Desa Sade Lombok

Keunikan dan Kebudayaan Suku Sasak Di Desa Sade Lombok

Suku Sasak ini yang mendiami daerah Lombok, dan juga menggunakan bahasa Sasak itu sendiri. Suku yang masih mempertahankan keaslian suku dan adat istiadatnya ini memiliki keunikan tersendiri. Pada umumnya suku bangsa Sasak sebagian besarnya penduduk yang beragama Islam, tetapi ada juga yang beragama Hindu.

Yang uniknya, pemeluk yang beragama Islam dalam suku ini tidak menjalankan ibadah seperti umat Islam pada umumnya. Kalau pada umumnya umat beragama Islam menjalankan ibadahnya 5 kali dalam sehari, tetapi daam suku ini, mereka beribadah hanya 3 kali dalam sehari.

Dari sekian banyak Suku bangsa yang ada di Indonesia, suku ini adalah salah satu suku yang daerahnya sering dikunjungi oleh para wisatawan yaitu Desa Sade, wisatawan asing maupun wisatawan yang berasal dari Indonesia sendiri. Jika anda ingin mengetahui lebih banyak tentang suku yang mendiami pulau Lombok ini, silahkan perhatikan lebih lanjut ulasan di bawah ini.

Asal Mula Nama Sasak

gendang beleq suku sasak
gendang beleq suku sasak

Kata Sasak berasal dari kata Sak Sak yang bermakna satu. Sebenarnya kata Sak juga digunakan di pulau Kalimantan untuk menyebutkan angka satu. Pada umumnya suku ini memiliki kegiatan adat yang sudah sering dilakukan, terutama bagi anak perempuan yang sudah dewasa, yaitu menenum. Bagi perempuan yang sudah dewasa, menenun menjadi salah satu kewajiban atau keharusan, karena itu seperti tanda atau simbol bahwa mereka sudah dewasa. Dahulu perempuan yang berasal dari Desa Sade ini akan siap menikah dan bersuami jika bisa menenun.
Ada yang bilang juga kata Sasak ini berasal dari kegiatan yang biasa mereka lakukan, yaitu menenun kain. Menenun dalam bahasa Sesek, Sesak, atau Seksek. Kemudian inilah yang mendasari mengapa suku ini disebut dengan suku Sasak.

Proses menenun tersebut juga berkaitan dengan penamaan suku Sasak tersebut. Proses menenun dengan cara memasukkan benang satu persatu kedalam jarum, kemudian di rapatka benangnya hingga sesak, lalu dipukul-pukul agar menyatu. Dan dipukulnya juga hanya dua kali saja. Hal tersebut juga disebut Sasak.

Tradisi Dalam Suku Sasak

Desa Sade Lombok
Desa Sade Lombok

Suku Sasak ini memiliki tradisi atau kebiasaan unik bagi para pasangan untuk mengadakan hubungan atau pernikahan. Bagi para lelaki yang ingin menikahi perempuan di suku ini, mereka akan menculik gadis yang akan mereka nikahi, kemudian di tempatkan di rumah saudarannya si lelaki tersebut, biasanya penculikan perempuan ini didampingi oleh kerabat perempuan untuk menjadi saksi dan pengiring bagi gadis tersebut, kemuidan si laki-laki tersebut mendatangi orang tua perempuan untuk meminta izin dari agar bisa menikahi gadis yang diculik terlebih dahulu tersebut. Selama sehari gadis itu diculik dan ditempatkan di rumah kerabat laki-laki, kemudian si gadis akn menghubuni keluarganya untuk memberitahu bahwa ia diculik dan disembunyikan di tempat kerabat laki-laki, tetapi tempat tersebut dirahasiakan.

Setelah itu dari pihak laki-laki akan datang sebanyak 5 orang untuk menebus si gadis, orang tersebut diharuskan memakai pakaian adat dan izin terlebih dahulu pada suku tetua di desa setempat. Lalu barulah meminta izin oleh keluarga gadis yang bersangkutan. Istilah ini dinamakan “Nyelabar”

Namun sekarang ini penculikan tersebut agak bergeser pemaknaan, bukan lagi karena adat tersebut, tetapi karena untuk menghindari adanya hal-hal yang tidak diinginkan oleh si lelaki tersebut, seperti tidak diizinkan atau lain-lain.

Mata pencaharian Suku Sasak

Kerajinan Suku Sasak Lombok
Kerajinan Suku Sasak Lombok

Sudah pasti mata pencaharian suku Sasak ini adalah pengrajin tenun, tetapi disamping itu suku Sasak ini juga memiliki kebiasaan bertani, yaitu sayuran dan dan padi. Dalam menenun inipun para penduduk Sasak memintal dan membuat kapas sendiri untuk dijadikan benang membuat kain.
Para penduduk Sasak ini kesehariannya masih banyak sekali yang menggunakan baju adat daerahnya sendiri, dari hasil yang mereka tenun sehari-hari.

Selain itu membangun rumah di daerah berpenduduk Sasak ini adalah suatu hal yang sudah sangat biasa, karena rumah khas mereka berasal dari bahan-bahan sekitar yang menjadi bahan-bahan dasarnya. Sama halnya dengan bahan-bahan tenunan tersebut, yang berasal dari bahan alam sekitar mereka.

Demikianlah ulasan diatas adalah informasi dan sejarah dari asal usul nama dari suku Sasak tersebut. Suku Sasak ini juga suku yang paling sering dikunjungi oleh para wisatawan untuk dikunjungi dan diteliti tentang keseharian kehidupan mereka. Ayo Kunjungi Desa Sade Lombok dan kenali lebih dekat suku sasak Lombok bersama Lombok Tour Plus.

Save