Menilik 3 Keunikan Desa Sukarara di Pulau Lombok

Menilik 3 Keunikan Desa Sukarara di Pulau Lombok

Apa sebenarnya yang menjadi daya tarik Pulau Lombok? Selain keindahan pantai dan pulau-pulau eksotis disekitarnya, Anda bisa menikmati ragam budaya dan tradisi asli masyarakat lokal seperti yang berada di Desa Sukarara. Sebagai salah satu desa wisata di Lombok, selain Banyumule dan Sade, pemukiman ini wajib Anda kunjungi. Lokasinya ada di Kecamatan Jonggat dan masuk dalam wilayah Kabupaten Lombok Tengah. Daya tarik yang ditawarkan termasuk pemandangan alam yang asri, masyarakat lokal yang ramah, budaya, serta kerajinan tangan khas penduduk asli disana. Tentu tidak cukup hanya menghabiskan 1-2 jam berkeliling Sukarara karena ragam daya tarik tersebut.

Suasana Desa Sukarara Lombok

Wisata di Desa Sukarara Lombok
Wisata di Desa Sukarara Lombok

Dari segi wilayah, Sukarara terletak dekat dengan dua pantai populer di Lombok bernama Tanjung Aan dan Kuta. Meski tidak memiliki ukuran yang begitu luas, desa mungil ini dikelilingi oleh suasana alam yang masih tak tersentuh tangah-tangan pengusaha atau pengembang. Pantas saja banyak wisatawan yang menjadikannya sebagai alternatif tempat melepas penat dan bersantai. Mengenai populasi, jumlah wanita disana lebih banyak dibandingkan lelaki. Maka jangan heran jika sepanjang jalan berkeliling Sukarara akan berjumpa dengan gadis-gadis lokal yang sedang berada diluar rumah mereka. Bangunan-bangunan rumah pun tampak tradisional, dan dibangun hanya menggunakan bahan-bahan seadanya. Fitur lain adalah banyaknya toko-toko yang terletak sepanjang jalan utama, dan mereka menjual kain khas Lombok bernama Songket.

Hal-Hal Unik di Desa Sukarara Lombok

Belajar membuat kain tenun khas Lombok di Desa Sukarare
Desa Sukarara

Hal unik pertama yang ditawarkan desa budaya ini tidak lain adalah kegiatan masyarakat lokal yang sudah mendarah daging, yaitu tenun. Didukung oleh jumlah wanita yang lebih banyak dibanding pria, warga lokal menjadikan kegiatan tersebut tidak hanya untuk menjaga tradisi namun juga untuk berbisnis. Anda sebagai wisatawan bisa mengamati cara pembuatan kain Songket maupun juga berbelanja beberapa produk cantik ini. Karena keunikan dan nilainya, semua wisatawan wajib membeli kain Songket ketika berkunjung ke Sukarara. Keunikan kain tenun tersebut terletak pada penggunaan benang emas dan ragam teknik yang dipraktekkan oleh wanita-wanita lokal disana. Selain emas, warna benang yang sering dipakai adalah perak/lungsi. Bahkan jika mau, Anda bisa memesan desain sesuai dengan preferensi yang Anda mau. Namun tentu ini akan memakan biaya lebih mahal! Ide menarik lain adalah untuk belajar teknik tenun ini bersama wanita lokal di Desa Sukarara. Jika beruntung, Anda tak perlu keluar uang guna mendapatkan pengalaman berharga tersebut.

Wisata Bapak Donny di Desa Sukarara
Wisata Desa Sukarara

Keunikan kedua yang bisa Anda nikmati di Sukarara adalah adanya rumah tradisional yang masih terjaga kondisinya dengan baik. Secara umum, masyarakat disana masuk dalam Suku Sasak dan wajar bila rumah-rumah mereka mencerminkan budaya Sasak. Bahan utama rumah mereka merupakan bamboo dan beberapa bahan sederhana lain yang didapatkan dari kebun maupun hutan sekitar seperti akar alang-alang dan jerami. Jika Anda lihat bagian atap rumah tersebut, bentuknya mirip dengan gunungan.

Bagi turis, keberadaan rumah-rumah tradisional di Sukarara memberi kesempatan untuk mengambil foto dan selfie di depan bangunan tersebut, tentunya. Keunikan ketiga yang ditawarkan adalah seputar pernikahan. Ada tradisi disana bahwa gadis-gadis lokal tidak boleh menikah sebelum mereka belajar dan menguasai teknik tenun kain Songket. Memang terdengar amat kolot bagi masyarakat modern seperti Anda, namun faktanya tradisi ini masih ada disana. Selain itu, para gadis tidak diperkenakan untuk mencari pekerjaan lain karena wajib melestarikan budaya nenek moyang mereka. Sebagai turis, Anda bisa belajar lebih banyak seputar tradisi tersebut dengan bertanya-tanya ke warga lokal atau dipandu oleh agen tur terpercaya.

Cara Menuju ke Desa Sukarara Lombok

Bagi Anda yang berangkat dari Kota Mataram, perjalanan ke Desa Sukarara akan memakan waktu setidaknya setengah jam karena jarak tempuhnya sekitar 25 km. Namun jika berangkat dari Bandara Internasional Lombok, Anda hanya butuh waktu  20 menit saja. Sedangkan jarak terdekat adalah dari Kota Praya yang hanya membutuhkan perjalanan sekitar 12 menit. Untuk rute, pilihan terbaik adalah Jalan Bypass Bandara Internasional Lombok dan alangkah lebih baik jika menggunakan mobil pribadi atau kendaraan nyaman lain seperti taksi. Ide menyewa agen tur maupun pemandu wisata juga boleh dipertimbangkan.