Tentunya setiap kawasan wisata di wilayah Lombok memberikan keeksotisan baik dalam bentuk panorama alamnya ataupun fasilitas hiburan yang berbeda-beda. Seperti halnya Gunung Pujut Lombok yang memberikan kesan paling menarik kepada setiap pengunjung yang datang kesini. Dari Bandara Internasional Lombok hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk tiba di lokasi wisata ini. Keberadaan gunung ini yaitu di daerah Lombok Tengah, tepatnya di desa Sengkol Kecamatan Pujut. Lokasi gunung ini memang sering dijadikan sebagai lokasi bersejarah, karena di dalamnya terdapat banyak peninggalan masa kuno seperti berupa bangunan masjid.

Masjid Bersejarah di Gunung Pujut Lombok

Masjid yang ada di Gunung Pujut Lombok tersebut adalah Masjid Kuno Gunung Pujut Lombok yang telah ada sejak lama, sehingga tergolong sebagai benda cagar budaya. Keberadaan masjid inipun bisa dilihat pada Undang-Undang No. 5 Season 1992. Asal mula dari masjid ini adalah sebuah bangunan dengan alas yang berbentuk persegi memiliki empat tiang penyangga utama yang bertumpu pada sebuah batu alam yang disebut sendi, dan 28 buah tiang pendukung. Adapun pada 28 tiang tersebut terdapat dinding dari bambu. Sementara lantai dibuat dari asal tanah dan atapnya berupa alang-alang. Namun, hingga saat ini bentuk masjid yang masih berpagar bambu dan beratapkan ilalang ini masih tetap dipertahankan.

Masjid ini dibangun pada tahun 1008 M oleh Pangeran Sange Pati, yang merupakan salah satu raja dari Kerajaan pujut. Saat ini bangunan masjid ini pun menjadi daya tarik khusus bagi para wisatawan, yang berkunjung ke daerah pegunungan ini. Tentunya Bangunan masjid ini memiliki bentuk unik karena ukurannya pun cukup mungil hanya 8,6 x 8,6 meter. keunikan yang paling khas dari masjid unik adalah pondasi masjid, yang hanya terbuat dari tanah liat dengan tinggi hanya 60 cm dari permukaan tanah. Masjid ini hanya memiliki satu buah pintu dan tentunya wisatawan yang ingin memasuki masjid ini pun hanya bisa melewati pintu tersebut. Terdapat pula sebuah bedug yang sejak dulu telah digunakan yaitu di dalam masjid. Dan di dalamnya nampak sebuah mimbar tua yang digunakan khatib saat khutbah.

Jika dilihat pada bentuk bangunan ini maka terdapat filosofi yang perlu diketahui. Bahwa pintu masuk yang rendah sehingga membuat orang harus menunduk untuk masuk ke dalamnya dan juga atap dari alang-alang dan atap tumpang yang menjuntai kebawah ini memiliki makna bahwa setiap orang yang ingin menghadap Allah, harus senantiasa merendahkan diri di hadapan-Nya. Inilah yang juga menjadi keunikan dari masjid bersejarah ini. Perlu anda tahu bahwa masjid ini sudah tak difungsikan lagi sehingga hanya sebatas sejarah saja, yang bisa dilihati dan dirasakan oleh wisatawan yang melihatnya.

Bangunan Padewa di Gunung Pujut Lombok

Selain masjid, Wisata Gunung Pujut Lombok terdapat sebuah bangunan lainnya yang juga difungsikan sebagai ajang pemujaan. Bangunan tersebut adalah Padewa yang memang digunakan sebagai tempat beribadat penduduk, dengan ajaran yang dianutnya disebut ajaran Waktu Telu. Ajaran ini merupakan sebuah ajaran yaitu memadukan tiga buah kepercayaan dari animisme, Hindu dan juga Islam.

Terdapat sebuah upacara yang berhubungan dengan agama Islam dan memang dilakukan di dalam masjid tersebut. Upacara tersebut dipimpin oleh seorang Kyai, yang memang sudah dipercaya oleh berbagai kalangan. Selain itu terdapat pula sebuah ritual Nyelamet Desa dan Nyaur Sasangi sebagai sebuah ritual pemujaan roh dari segala nenek moyang yang dilakukan dalam Pedewa. Ritual ini pun dipimpin oleh seorang Pemangku.

Pemangku tersebut dipercaya bisa menghubungkan orang yang masih hidup, dengan para roh nenek moyang mereka. Pemangku akan membacakan seluruh lafal pemujaan dan juga mantera, maka kemudian para umatnya yang akan menyebutkan nama roh nenek moyang mereka. Dalam ajaran ini tidak hanya untuk memuja roh nenek moyang, tapi juga untuk memuja dewa dalam ajaran Hindu seperti Batara Wisnu dan Batara Guru. Dari keunikan masjid dan padewa yang berada di puncak gunung ini, tentu menjadi daya tarik khusus bagi para wisatawan Gunung Pujut.